Sang burung garuda/elang jawa (Nisaetus bartelsi) kembali menampakkan dirinya di daerah Wanawisata Curug Cipendok

Oleh : Mokhamad Asyief Khasan B

Mahasiswa Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor

            Minggu (16 Maret 2014) tiga orang pengamat lingkungan hidup yaitu Apris Nur  R (Biodiversity society), Aji Setiabudi (Banyumas Wildlife Photography), dan Mokhamad Asyief (Mahasiswa Institut Pertanian Bogor) yang sedang melakukan monitoring biodivarsitas berhasil merekam keberadaan elang jawa (Nisaetus bartelsi) di Wanawisata Curug Cipendok. Tiga orang personel pengamat ini melakukan monitoring biodiversitas guna mengabadikan keanekaragaman hayati yang masih tersisa di kabupaten banyumas baik dalam bentuk gambar/foto maupun dalam bentuk video.

Elang jawa merupakan satwa unik karena bentuknya yang sangat mirip dengan bentuk lambang legara Republik Indonesia (RI) yaitu burung garuda Indonesia, sehingga disebut-sebut sebagai inspirasi pembuatan lambang negara RI saat dahulu kala oleh founding father negara RI dan sejak tahun 1993 satwa ini ditetapkan sebagai maskot satwa langka Indonesia melalui Keppres No 4 tahun 1993. Selain itu elang jawa juga merupakan satwa endemik jawa yang hanya ditemukan pada habitat liarnya di pulau jawa. Elang jawa juga merupakan satwa langka yang sangat dilindungi, sehingga oraganisasi internasional konservasi sumberdaya alam International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan elang jawa sebagai satwa yang memiliki status keterancaman terhadap kepunahan Endangered (EN) atau terancam punah. Pemerintah Indonesia pun telah menetapkan satwa ini menjadi satwa yang dilindungi melalui SK No 421/Kpts./Um/8/81970 dan diatur dalam UU No 5 tahun 1990. Konvensi perdagangan dunia (CITES) pun menetapkan elang jawa sebagai satwa yang masuk dalam daftar merah lampiran II yang melarang perdagangannya secara Internasional.

Elang jawa ini menampakkan dirinya di daerah sekitar telaga pucung dan bertengger pada ranting-ranting pohon di lereng gunung bunder.  Tepatnya pada sekitar pukul 12.30-an elang jawa memunculkan dirinya saat terbang rendah dari ranting pohon ke pohon lainnya. Elang jawa biasanya keluar untuk mencari mangasa saat kondisi suhu udara telah memanas yang dapat membantunya saat terbang. Elang ini keluar di tengah hari bisa jadi dikarenakan cuaca saat pagi yang agak mendung sehingga sinar matahari intensitasnya berkurang untuk menaikkan temperatur suhu udara permukaan tanah, namun menjelang siang cuaca perlahan-lahan menjadi cerah.

Keberadaan elang jawa di Wanawisata Curug Cipendok merupakan sebuah hal yang luar biasa. Artinya habitat ini perlu diteliti dan dikaji lebih lanjut guna mengetahui lokasi keberadaan pasti elang jawa seperti letak sarang dan juga jumlah individu yang ada. Hal ini bisa menguntungkan berbagai pihak terutama untuk promosi tentang pentingnya keberadaan hutan di Wanawisata Curug Cipendok bagi keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Selain itu keberadaan spesies ini juga dapat dijadikan sebuah paket wisata terbatas yang berbasis konservasi atau ekowisata yang cukup menarik untuk ditawarkan kepada pengunjung Wanawisata Curug Cipendok oleh pengelola, dengan harapan pengunjung dapat mengenal lebih jauh mengenai keanekaragaman yang ada di Wanawisata Curug Cipendok dan memiliki jiwa kepedulian terhadap konservasi keanekaragaman hayati.

Satwa lain yang ditemui saat monitoring ialah berbagai jenis burung seperti bentet kelabu (Lanius schach), cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster), walet linchi (Collocalia linchi), pentis pelangi (Prionochilus percussus), bondol jawa (Lonchura leucogastroides), wiwik uncuing (Cuculus sepulcralis), pelanduk semak (Malacocincla abbotti), elang hitam (Ictinaetus malayensis), dan lain-lain. Selain burung, satwa yang menjadi target pengamatan ialah primata seperti owa jawa (Hylobates moloch), dan juga lutung budeng (Trachypithecus aratus). Namun sangat disayangkan pengamat tidak mendapatkan dokumentasi primata yang memuaskan untuk kali ini. Tetapi itu semua dapat terobati dengan pengamat mendapat kejutan berupa munculnya elang jawa di sela-sela pengamatan yang menjadi sebuah catatan penting bagi pengamat. (MAKB)

Image

Foto elang jawa (dokumentasi: Aji S)

Image

Foto elang jawa dengan jambul yang tegak (dokumentasi: Apris NR)

Categories: News, Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

From Swerve of Shore

A Blog by Photographer Aaron Joel Santos

Stories from home

Photography, family and friends (+ Oliver the dog!)

Day by Day the Farm Girl Way...

Simple life on a little piece of land.

Beetles In The Bush

Experiences and reflections of a Missouri entomologist

Meanwhile, back at the ranch...

music, poetry, musings, photography and philosophy from a woman who found her way back home and wants you to come over for a hike and a cocktail.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: