Jambore Capung Indonesia 2014 ajang pembelajaran dan kompetisi foto untuk para pengamat capung

Jambore capung Indonesia 2014 ialah suatu acara jambore untuk para pengamat capung di Indonesia baik yang masih pemula maupun yang sudah ahli. Even ini merupakan even jambore capung yang pertama di Indonesia. Bagi para pemula pengamat capung, even ini sangat berguna untuk mendalami ilmu-ilmu tentang capung dan bisa belajar langsung dari ahlinya. Acara ini berlangsung selama tiga hari yaitu pada tanggal 16 – 18 Mei 2014 di kampus Biologi Universitas Diponegoro (Undip) dan Danau Rawa pening. Acara yang disuguhkan kepada peserta jambore dari panitia ialah workshop tentang capung dan ekologinya, manfaat dari keberadaan capung dan hal-hal lain yang berkaitan seperti pelatihan identifikasi capung, sharing mengenai capung di daerah masing-masing peserta dan hal-hal lain mengenai capung. Menariknya dari jambore capung, selain kegiatan di ruangan, juga ada kegiatan di luar ruangan, yaitu fieldtrip ke rawa pening sebagai bentuk pengenalan salah satu habitat capung. Panitia pun mengadakan kegiatan pendidikan tentang capung kepada anak-anak di sekitar rawa pening. Selain itu ada pula lomba fotografi sains capung sebagai bentuk studi lapang yang dilakukan oleh fotografer dan pengamat capung. Peserta yang mengikuti jambore capung ada yang berasal dari sumatera, sulawesi, nusa tenggara, dan jawa.

Kegiatan dimulai di kampus Undip pada tanggal 16 Mei 2014 tepatnya di Laboratorium Biologi Lantai 3. Acara pertama yaitu registrasi peserta dan pembagian kit kepada para peserta. Selepas peserta memasuki ruangan, pembukaan acara dan sambutan-sambutan pun dilakukan. Materi yang dipaparkan pada hari ini ialah pemaparan mengenai kondisi lokasi yang akan dijadikan lokasi fieldtrip dan workshop mengenai capung. Pemaparan kondisi lokasi yaitu mengenai rawa pening yang dipaparkan langsung oleh ibu Tri Retnaningsih sebagai akademisi dan bapak Wahyudijoko sebagai praktisi. Pemaparan tersebut membahas mengenai isu-isu tentang rawa pening dan hal-hal yang telah dilakukan oleh pemerintah terkait rawa pening. Pemaparan kedua ialah workshop mengenai capung yang dipandu langsung oleh ibu Pungki Lupiyaningdyah sebagai ahli serangga khususnya capung dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Workshop ini dimulai dari pemaparan mengenai peran capung terhadap ekosistem dan manfaatnya sebagai bioindikator lingkungan khususnya daerah – daerah perairan. Setelah pemaparan mengenai seluk-beluk capung, acara selanjutnya ialah ishoma yang kebetulan pada hari ini ialah hari jum’at. Selepas ishoma peserta kembali ke ruangan untuk melakukan pelatihan identifikasi capung. Kegiatan ini pun masih dipandu oleh ibu Pungki dan sekaligus didampingi oleh kawan-kawan Indonesia Dragonfly Society (IDS). Pelatihan ini berlangsung secara kondusif dan peserta memperhatikan sekali apa yang dipaparkan dan sekaligus dipraktekkan. Selain itu diberikan pula materi mengenai penulisan ilmiah yaitu berupa jurnal ilmiah. Pada sesi ini peserta diarahkan untuk membiasakan diri menulis secara ilmiah agar informasi-informasi mengenai capung mudah disebarkan ke berbagai daerah dan bisa dijadikan rujukan, karena tulisannya berupa tulisan ilmiah.

kegiatan saat di ruangan kegiatan praktek identifikasi capung para peserta jambore capung

Usai workshop peserta pun diberikan waktu untuk ishoma dan persiapan untuk berangkat menuju lokasi fieldtrip di rawa pening. Peserta pun melakukan persiapan dan setelah semua siap, peserta berangkat bersama-sama dengan kendaraan berupa truk yang telah disediakan oleh panitia. Selama perjalanan, peserta saling bercanda ria untuk menambah keakraban antar peserta. Setelah sampai di lokasi rawa pening, peserta dikumpulkan di camp pusat dan juga diarahkan oleh panitia untuk menempati rumah-rumah penduduk sekitar rawa pening yang bisa ditempati oleh para peserta untuk menginap. Setelah peserta diantarkan ke rumah menginapnya masing-masing, peserta pun melakukan ishoma dan malam hari sekitar jam 7 malam peserta kembali ke camp pusat untuk kegiatan ramah tamah dari desa. Peserta pun disambut hangat oleh kepala desa dalam acara ramah tamah ini. usai ramah tamah peserta diarahkan untuk perkenalan komunitas atau kelompok pemerhati capung di daerah masing-masing dan juga sharing mengenai capung di daerah masing-masing. Usai sharing yang hingga sekitar pukul 22.00 WIB, peserta dipersilahkan untuk kembali ke rumah menginapnya masing-masing untuk istirahat.

Pagi hari esok harinya pada tanggal 17 Mei 2014 sekitar pukul 07.00 WIB panitia mengarahkan peserta untuk kumpul kembali di camp utama. Peserta dikumpulkan untuk diberi briefing acara pada hari itu. Acara yang paling ditunggu oleh para fotografer ialah lomba fotografi. Peserta lomba fotografi diarahkan untuk mengambil gambar fotografi sains yang sebelumnya kebanyakan peserta belum tahu apa itu fotografi sains. Pengumpulan foto paling lambat ialah pada pukul 17.00 WIB. Demi menunjang lomba tersebut, panitia pun memberi kesempatan kepada para peserta baik yang mengikuti lomba foto maupun yang tidak untuk berkeliling rawa pening dengan menggunakan perahu yang telah disewa oleh panitia. Bagi yang tidak mengikuti lomba foto hanya berhak mengikuti jalannya acara, namun bagi yang mengikuti lomba foto nantinya dipersilahkan untuk mengumpulkan foto sebelum pukul 17.00 WIB. Peserta berkesempatan untuk berkeliling rawa pening dan melihat-lihat kondisi rawa pening sekaligus bagi yang mengikuti lomba foto bisa mencari objek untuk dilombakan. Usai berkeliling dan mencari objek foto sehari penuh, peserta lomba foto mulai memilih dan mengumpulkan foto-foto terbaiknya yang dilombakan. Setelah itu, peserta dipersilahkan kembali ke rumah menginapnya masing-masing untuk isoma dan diminta untuk kembali berkumpul di camp utama pada sekitar pukul 19.00 WIB.

Pada malam harinya peserta berkumpul sekitar pukul 19.00 WIB di camp utama. Pada kegiatan kali ini disuguhkan pemaparan mengenai sains fotografi oleh pak baskoro. Pemaparan ini membahas mengenai arti pentingnya fotografi dalam mendukung sains. Namun sains fotografi ialah bukan hanya fotografi yang hanya memunculkan artistiknya, namun lebih banyak memunculkan keterangan-keterangan kunci atau detail-detail dari tiap individu yang difotonya agar bisa memberi keterangan yang dibutuhkan dalam sain. Sebagai bukti pemateri memberikan contoh kasus pada beberapa jenis capung dan memperlihatkan foto seperti apa yang bisa memunculkan keterangan-keterangan yang dibutuhkan pada sains fotografi, jadi bukan hanya memunculkan artistiknya seperti pada fotografi biasanya. Peserta pun begitu khidmat dan terkesima dalam memperhatikan pemberian ilmu baru yang didapatkannya. Kegiatan pemaparan tersebut pun dihiasi dengan diskusi-diskusi yang hangat, santai namun serius. Usai pemaparan tersebut peserta melanjutkan sharing mengenai capung di daerah masing-masing. Beberapa tempat ada yang sudah terdata secara rapi, namun beberapa tempat yang lain masih sedang dilakukan pendataan, dan ada juga yang belum sama sekali. Hal ini menjadi suatu pemicu semangat bagi tempat-tempat yang belum terdata untuk segera didata.

penjelasan fotografi sains oleh pak baskoro foto-foto yang menjadi identifikasi jenis

Kegiatan sharing pun berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah sharing sebagai penutup pak Wahyu Sigit Rhd selaku ketua IDS menyampaikan untuk berkonsolidasi antar pengamat capung, apakah kegiatan jambore seperti ini perlu dilakukan atau sudah berhenti saja. Peserta pun menyepakati untuk tetap ada kegiatan jambore seperti ini. namun untuk lokasi dan waktu diadakannya belum disepakati, dan melihat perkembangan nantinya saja. Setelah selesai konsolidasi yang hanya berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut peserta membubarkan diri untuk kembali ke rumah menginapnya masing-masing guna beristirahat. Sebelum pembubaran tersebut disampaikan kepada peserta untuk kembali esok hari sekitar pukul 08.00 WIB dengan membawa barang bawaannya untuk check out rumah menginapnya.

Pagi hari tanggal 18 Mei 2014 sekitar pukul 08.00 WIB peserta kembali berkumpul di camp utama dengan barang bawaannya masing-masing. Pada saat ini sangat ditunggu-tunggu oleh para peserta yang mengikuti lomba fotografi, karena diumumkannya pemenang lomba fotografi sains yang sudah dinilai oleh juri malam harinya. Selain itu dipaparkan pula alasan-alasan mengapa juri memilih foto-foto yang telah dipilihnya menjadi juara. Dipaparkan oleh juri foto-foto yang menjadi juara memiliki keunggulan masing-masing dari segi sains sehingga juri menyatakan foto-foto tersebut berhak meraih juara. Penutupan dan kesan pesan dari peserta, panitia, dan juga warga yang diwakilkan oleh kepala dusun dan kepala desa dilakukan setelah penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Kesan yang paling banyak muncul ialah kesan tentang hal-hal yang telah dilakukan selama acara jambore ini berjalan lancar dan peserta banyak mendapat pengetahuan dan ilmu baru. Pesan yang banyak disampaikan ialah untuk terus melestarikan capung dan habitatnya yang berguna untuk menunjang ekosistem khususnya daerah perairan seperti di rawa pening. Usai penutupan peserta kembali ke semarang dengan mengendarai truk. Jambore capung semacam ini baiknya dilakukan secara terus menerus untuk menambah pengetahuan demi terwujudnya konservasi capung beserta habitatnya. Satu yang menarik ialah jargon “Jambore Capung Indonesia 2014 – Capung Teman Kita Loh”.

para pemenang lomba foto setelah kegiatan

(M. Asyief. Kh. B / Himakova IPB)

Categories: News | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

From Swerve of Shore

A Blog by Photographer Aaron Joel Santos

Stories from home

Photography, family and friends (+ Oliver the dog!)

Day by Day the Farm Girl Way...

Simple life on a little piece of land.

Beetles In The Bush

Experiences and reflections of a Missouri entomologist

Meanwhile, back at the ranch...

music, poetry, musings, photography and philosophy from a woman who found her way back home and wants you to come over for a hike and a cocktail.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: