Status perlindungan spesies di Indonesia yang kian memprihatinkan (sebuah opini)

Oleh M. Asyief. Kh. B

(Kabid Lingkungan Hidup Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor, Himpunan Mahasiswa Konservasi Sumbaerdaya Hutan dan Ekowisata (HIMAKOVA) angkatan 46, Pemerhati Lingkungan)

Situasi politik negeri akhir-akhir ini membuat suasana sistem tata kelola penyelenggaraan negara menjadi semakin kacau. Melihat dr sektor kehutanan, teradi sebuah dilematika yang besar sehingga sektor ini pun kelimpungan dalam pengurusannya. Permasalahan-permasalahan akar dan klasik seperti perambahan, pembakaran, perburuan liar menjadi bahan yang begitu mudah dilontarkan untuk membuat berita. Eksploitasi hutan tanpa mempertimbangkan nilai ekologis dan sosial pun menjadi topik hangat yang selalu diperbincangkan.

Peraturan-peraturan, undang-undang yang menjadi buku sakti para rimbawan dirasa ada banyak hal yang perlu dikoreksi. Layaknya untuk perlindungan satwa dan tumbuhan yang ada di PP No 7 Th 1999 merupakan sebuah peraturan dari pemerintah yang digunakan sebagai legitimasi hukum perlindungan satwa dan tumbuhan tertentu. Pada praktiknya ternyata perlindungan ini kurang dilakukan secara maksimal mulai dari aparat penegak hukumnya, para jaksa, dan pejabat lain yang berwenang. Para wakil rakyat pun belum tentu memikirkan apalagi memahami hal ini. Tidak heran bila pengurusan dan pembelaan dalam tataran elit selalu diabaikan.

Peraturan pemerintah yang disebut di atas dirasa telah usang dan tidak relevan lagi. Terlihat pada lampiran peraturan tersebut tercatat daftar nama-nama satwa dan tumbuhan yqng dilindungi oleh negara. Namun celakanya ada beberapa spesies yang sudah mengalami status hampir punah dengan tingkat keterancaman yang tinggi namun belum dimasukkan dalam daftar tersebut. Selain itu ilmu pengetahuan yang begitu cepat perkembangannya menjadikan peraturan ini terlihat semakin usang. Pemberian nama ilmiah pada spesies-spesies yang baru ditemukan, fenomena pemisahan atau penggabungan nama spesies dalam taksonomi, penggabungan atau pemisahan nama suku dalam taksonomi hal tersebut berpengaruh terhadap legitimasi hukum terutama mengenai perlindungan terhadap spesies-spesies tertentu. Pengaruh yang secara pasti ialah status perlindungannya, sebagai contoh spesies a merupakan bagian dari suku x pada saat peraturan tersebut dikeluarkan, namun setelah sekarang tahun 2015 ilmu pengetahuan banyak perkembangan menghasilkan spesies a tersebut dikeluarkan dari suku x dan dibuatkan nama suku y atau digabung dengan suku z. Artinya ada beberapa spesies yang sebelum penggabungan/pemisahan ialah spesies yang dilindungi menjadi tidak dilindungi atau bisa pula berlaku sebaliknya.

Secara bahasa paeneliti dan di lingkungan akademisi memang sudah bukan barang langka lagi mengetahui bagaimana perkembangannya. Namun apakah hukum yang sebagai tolakan utama eksekusi di lapangan sudah berkembang pula? Jawabannya stagnan. Beberapa pekerjaan DPR seperti menganaktirikan kepentingan2 konservasi atau keseimbangan alam dan manusia. Hal ini menyebabkan petugas dan pejabat lapang menjadi cenderung ogah-ogahan dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ada. Hasilnya sudah terlihat seperti apa penanganan kasus-kasus yang bersinggungan dengan perlindungan spesies.

Selama ini belum jelas apa kriteria yang digunakan oleh pemerintah sehingga keluarlah aturan semacam itu. Pada beberapa kasus ada spesies yang memang dianggap hama oleh masyarakat di sebuah pulau, namun ternyata spesies tersebut adalah spesies yqng dilindungi, dan spesies tersebut merupakam endemik di pulau tersebut. Hal ini membuat dilema beberapa aktivis lingkungan, apakah akan membela masyarakat atau konservatif pada spesies yang dilindungi tersebut. Untuk itu perlu kajian hukum yang lebih komprehensif mengenai status perlindungan spesies. Peran akademisi dalam memberikan hasil-hasil riset pada para pengambil kebijakan pun perlu terus dilakukan untuk mendorong pemerintah memperbaharui peraturan-peraturan yang sudah usang dan tidak relwvan lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

Categories: Articles | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

From Swerve of Shore

A Blog by Photographer Aaron Joel Santos

Stories from home

Photography, family and friends (+ Oliver the dog!)

Day by Day the Farm Girl Way...

Simple life on a little piece of land.

Beetles In The Bush

Experiences and reflections of a Missouri entomologist

Meanwhile, back at the ranch...

music, poetry, musings, photography and philosophy from a woman who found her way back home and wants you to come over for a hike and a cocktail.

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

%d bloggers like this: